Jumat, 30 November 2012

Wisata Kota Banda Aceh

Banda Aceh adalah ibukota provinsi Aceh dan dulunya ibukota kerajaan Aceh Darussalam, Banda Aceh berdiri tahun 1205 oleh Sultah Alaidin Johansyah, setelah tsunami melanda aceh, Kota  banda Aceh sekarang tengah rehabrekon dan juga banyak terdapat peninggalan bekas tsunami untuk di singgahi..Wisata Religi, Kuliner dan lain-lain banyak terdapat di kota Banda Aceh


1. Mesjid Raya Banda Aceh

Masjid ini merupakan saksi bisu sejarah Aceh, terletak di pusat kota Banda Aceh dan merupakan kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan  Iskandar Muda (1607-1636), dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di  Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari Nusantara, bahkan dari Arab,  Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama. Mesjid ini  merupakan markas pertahanan rakyat Aceh ketika berperang dengan Belanda  (1873-1904). Pada saat terjadi Perang Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar  habis oleh tentara Belanda. Pada saat itu, Mayjen Khohler tewas tertembak di  dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan Masjid Raya. Untuk mengenang peristiwa  tersebut, dibangun sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri Masjid Raya,  tepatnya di bawah pohon ketapang. Enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan  rakyat Aceh, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun  kembali Masjid Raya ini dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga  saat ini Masjid Raya telah mengalami lima kali renovasi dan perluasan  (1879-1993).


2. Taman Krueng Aceh

Sungai yang membelah Kota Banda Aceh ini merupakan salah satu sungai yang cukup bersih untuk dijadikan sebagai objek wisata dengan konsep panorama  aliran sungai dengan suasana tenang dan nyaman untuk melepas kepenatan. Titik Lokasi  Waterfront City di Kota Banda Aceh meliputi kawasan Gampong Keudah, Gampong Kuta Alam dan Kawasan Gampong Lamgugob, dengan sarana yang tersedia yaitu tempat rekreasi keluarga di titik Keudah dan Kuta Alam serta wisata air di jembatan lamnyong dan juga Sebagai pelengkap  bagi pengunjung yang tidak hanya melepas kepenatan dapat memanfaatkan lokasi jogging track dekat jembatan Peunayong sebagai sarana olah raga ataupun tempat pembibitan benih tanaman di Kampung Bar.


3. Taman Sari

Taman Sari merupakan tempat bermain yang ramai dikunjungi oleh masyarakat dengan lokasi yang berada tidak jauh dari Mesjid Raya Kota Banda Aceh, Taman Sari merupakan salah satu tempat favorit di Kota Banda Aceh dengan fasilitas yang tersedia antara lain : mempunyai taman yang luas dan tertata rapi dengan aneka permainan gratis bagi anak-anak dan juga tersedia hot spot gratis sehingga setiap orang dapat mengakses internet serta di dukung oleh bangunan gedung untuk menunjang tempat ini sebagai pusat kegiatan masyarakat.






4. Museum Rumoh Aceh

Museum dan Rumah Adat Aceh. Kota Banda Aceh memiliki sebuah Museum Negeri yang terletak di kompleks. Museum dari bangunan utama dari rumah tradisional Aceh, yang dibangun pada tahun 1914 untuk Pameran Venues di Semarang, yang kemudian dibawa kembali ke Banda Aceh pada tahun 1915 oleh Gubernur Van Swart (Belanda), yang kemudian membuat Museum. Rumoh Aceh merupakan rumah panggung pintu sempit, tetapi di dalam ruangan tidak terisolasi. Banyak peninggalan Kerajaan aceh masih tersimpan rapi di museum.






5. Gunongan

Gunongan merupakan simbol dan kekuatan cinta  Sultan Iskandar Muda kepada permaisurinya yang cantik jelita, Putri Phang (Putroe Phang) yang berasal dari Pahang,  Malaysia. Alkisah, Putroe Phang sering merasa kesepian di tengah kesibukan  sang suami sebagai kepala pemerintahan. Ia selalu teringat dengan kampung  halamannya di Pahang. Sang suami memahami kegundahan permaisurinya. Untuk  membahagiakan sang permaisuri, ia membangun sebuah gunung kecil (Gunongan)  sebagai miniatur perbukitan yang mengelilingi istana Putroe Phang di  Pahang. Setelah Gunongan selesai dibangun, betapa bahagianya sang permaisuri. Hari-harinya banyak dihabiskan dengan bermain bersama dayang-dayang di sekitar  Gunongan, sambil memanjatinya. Gunongan terletak di Jalan Teuku Umara berhadapan  dengan lokasi perkuburan serdadu Belanda (Kerkoff). Bangunan ini didirikan pada masa  pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) pada abad ke-17. Bangunan Gunongan tidak terlalu besar, bersegi enam, berbentuk seperti bunga dan  bertingkat tiga dengan tingkat utamanya sebuah mahkota tiang yang berdiri  tegak. Pada dindingnya ada sebuah pintu masuk berukuran rendah yang selalu  dalam keadaan terkunci. Dari lorong pintu itu ada sebuah tangga menuju ke  tingkat tiga Gunongan.


6. Replika Pesawat RI 1

Pesawat Seulawah yang dikenal RI-1 dan RI-2 merupakan bukti nyata dukungan yang diberikan masyarakat Aceh dalam proses perjalanan Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya, Pesawat Seulawah yang menjadi cikal bakal Maskapai Garuda Indonesia Airways disumbangkan melalui pengumpulan harta pribadi masyarakat dan saudagar aceh sehingga Presiden Soekarno menyebut "Daerah Aceh adalah Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat aceh seluruh Wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali". Pesawat Seulawah dibeli dengan harga US$120.000 dengan kurs pada saat itu atau kira-kira 25 Kg emas dan untuk mengenang jasa masyarakat aceh tersebut maka di buat replika pesawat seulawah yang berada di Lapangan Blang Padang Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.


7. Pinto Khop

Dibangun Pada masa Pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Pinto Khop merupakan pintu penghubung antara Istana dan Taman Putroe Phang. Pinto Khop ini merupakan pintu gerbang berbentuk kubah. Pintu Khop ini merupakan tempat beristirahat Putri Phang, setelah lelah berenang, letaknya tidak jauh dari Gunongan, disanalah dayang-dayang membasuh rambut sang permaisuri. Disana juga terdapat kolam untuk sang permaisuri mandi bunga. Ditempat itu pula oleh Sultan dibangun sebuah perpustakaan dan menjadi tempat sang permaisuri serta Sultan menghabiskan waktu sambil membaca buku selepas berenang, keramas dan mandi bunga.


8. PLTD Apung

Dikarenakan banyak menara transmisi listrik dari Sumatera Utara ke Aceh ditebang oleh pihak-pihak pemberontak pada masa konflik maka masalah kekurangan listrik di Banda Aceh menjadi sangat krusial sehingga PLN menempatkan Kapal Generator Listrik untuk mensuplai kebutuhan listrik di Banda Aceh melalui jalur laut. Pada hari minggu pagi tanggal 26 Desember 2004, gelombang Tsunami menghempas Kapal tersebut sejauh lebih kurang 3KM dari pesisir pantai. Dikarenakan banyak objek akibat Tsunami seperti perumahan penduduk yang hancur telah dibangun kembali, maka Kapal besar di tengah kampung ini sangat membantu untuk mendapatkan gambaran betapa dahsyatnya Tsunami tersebut.


9. Kapal Apung Lampulo

Situs ini tetap dipertahankan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengenang Musibah Tsunami yang melanda Kota Banda Aceh. Sebuah kapal yang terbawa Gelombang Tsunami dan terdampar di perumahan penduduk di kawasan Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam.










10. Makam Sultan Iskanda Muda

Sultan Iskandar Muda merupakan tokoh penting dalam sejarah Aceh. Aceh pernah mengalami masa kejayaan, kala Sultan memerintah di Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1607-1636 ia mampu menempatkan kerajaan Islam Aceh di peringkat kelima di antara kerajaan terbesar Islam di dunia pada abad ke 16. Saat itu Banda Aceh yang merupakan pusat Kerajaan Aceh, menjadi kawasan bandar perniagaan yang ramai karena berhubungan dagang dengan dunia internasional, terutama kawasan Nusantara di mana Selat Malaka merupakan jalur lalu lintas pelayaran kapal-kapal niaga asing untuk mengangkut hasil bumi Asia ke Eropa. Beliau bisa bertindak adil, bahkan terhadap anak kandungnya. Dikisahkan, Sultan memiliki dua orang putera/puteri. Salah satunya bernama Meurah Pupok yang gemar pacuan kuda.Tetapi buruk laku Meurah, dia tertangkap basah sedang berselingkuh dengan isteri orang. Yang menangkap sang suami, di rumahnya sendiri pula. Sang suami mencabut rencong, ditusukkannya ke tubuh sang isteri yang serong. Sang suami kemudian melaporkan langsung kepada Sultan, dan setelah itu di depan rajanya sang suami kemudian berharakiri (bunuh diri) Sultan, yang oleh rakyatnya dihormati sebagai raja bijaksana dan adil, jadi berang. Meurah Pupok disusulnya di gelanggang pacuan kuda dan dipancungnya (dibunuh) sendiri di depan umum. Maka timbullah ucapan kebanggaan orang Aceh: Adat bak Po Temeuruhoom, Hukom bak Syiah Kuala. Adat dipelihara Sultan Iskandar Muda, sedang pelaksanaan hukum atau agama di bawah pertimbangan Syiah Kuala. Murah Pupok dikuburkan di kompleks pekuburan tentara Belanda yang terkenal dengan nama "KerKhoff Peutjoet".


11. Gerbang Peujeut Kerkoff

Kerkoff berasal dari  bahasa Belanda yang berarti kuburan, sedangkan Peutjoet atau asal kata dari Pocut (putra kesayangan) Sultan Iskandar Muda yang dihukum oleh ayahnya sendiri (Sultan Iskandar Muda) karena melakukan kesalahan fatal dan dimakamkan di tengah-tengan perkuburan ini.
Pada relief dinding gerbang makam tertulis  nama-nama serdadu Belanda yang meninggal dalam pertempuran dengan masyarakat  Aceh (setiap relief ada 30 nama); daerah pertempuran, seperti di Sigli, Moekim,  Tjot Basetoel, Lambari en Teunom, Kandang, Toeanko, Lambesoi, Koewala, Tjot  Rang - Pajaoe, Lepong Ara, Oleh Karang – Dango, dan Samalanga); dan tahun  meninggal para serdadu (1873-1910). Sekitar 2200 tentara Belanda termasuk 4 jenderalnya sejak tahun 1883 hingga 1940an dikuburkan di sini. Di antara para serdadu Belanda tersebut ada  beberapa nama prajurit Marsose yang berasal dari Ambon, Manado dan Jawa. Para prajurit Marsose yang berasal  dari Jawa ditandai dengan identitas IF (inlander fuselier) di belakang  namanya, prajurit dari Ambon dengan tanda AMB, prajurit dari Manado dengan tanda MND, dan serdadu Belanda  dengan tanda EF/ F. Art.

12. Mesjid Baiturrahim Ule lheu

Masjid Baiturrahim ini merupakan satu-satunya bangunan dipinggir Pantai Ulee Lheue yang berdiri kokoh pada saat Tsunami menerjang Kota Banda Aceh, sementara bangunan lain yang berada di sekitarnya luluh lantak di hantam Gelombang Tsunami pada hari minggu tanggal 24 Desember 2004.






14.Museum Tsunami

Museum Tsunami Aceh ini dirancang oleh arsitek Indonesia Ridwan Kamil. Museum adalah m2 2.500 berlantai empat struktur, dinding panjang melengkung tercakup dalam relief geometris. Di dalam, pengunjung masuk melalui lorong gelap, sempit di antara dua dinding air yang tinggi - dimaksudkan untuk menciptakan kebisingan dan panik dari tsunami itu sendiri. Dinding museum yang dihiasi dengan gambar orang melakukan tarian Saman, sikap simbolis yang didedikasikan untuk keyakinan kuat, disiplin dan agama rakyat Aceh. Dari atas, atap menyerupai gelombang pasang. Lantai dasar dimodelkan pada jenis rumah tradisional Aceh yang mengangkat terbaik dilengkapi untuk bertahan hidup tsunami.

Senin, 26 November 2012

Wisata Aceh Jaya

Aceh Jaya salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh, indonesia. Hasil pemekaran dari Aceh barat
Keunikan aceh jaya merupakan dari penduduknya, masih ada terdapat keturunan eropa (Bermata Biru) karena Aceh Jaya dulu tempat Portugis terdampar dan di tawan oleh raja Abad ke-16, Para Prajurit Portugis yang di tawan ini lama-kelamaan masuk Islam dan menikah dengan Penduduk setempat dan beradaptasi dengan tradisi Aceh secara turun temurun.

Pada Tahun 2004 terjadi tsunami di Aceh, Aceh Jaya daerah paling parah terkena Tsunami sehingga Potensi wisata banyak yang telah berkurang, laut telah mencaplok daratan pantai hingg kurang lebih 100m
1. Pulau Tsunami
Pulau Tsunami Asal usul pulau akibat gempa bumi dan tsunami Aceh Tsunami pada tahun 2004 untuk menyimpan banyak misteri tentang batu-batu dasar laut bawaan tsunami yang terdampar di sini. Sebelumnya pulau ini merupakan bagian dari pulau yang terletak di desa Keuleuang Keuleuang, Jaya kabupaten. Lokasi ini cocok untuk rekreasi memancing atau snorkeling. Pulau ini terletak di sisi barat Daerah Aceh, tepatnya di Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya, dengan jarak dari ibu kota provinsi dan ibukota distrik dengan perjalanan bus 2 jam. Pulau ini diapit oleh Keuluang Pulau Sarang dan Gua Gunung Teumiga, sangat indah bila dilihat dari puncak Gunung Geurutee jalan Negara. Untuk mengunjungi pulau ini adalah perahu nelayan yang tersedia di desa dengan Sudhen Ujong panjang Sekitar 15 menit berlayar. Pulau ini merupakan bukti sejarah bagi generasi yang akan datang, gelombang sengit dari tsunami di Aceh.


2. Pantai Kuala Meurisi
Pantai Kuala Merisi atraksi Pantai wisata alam yang sangat indah terutama ketika kita bersama-sama itu keluarga yang sangat baik, sambil menikmati deru pantai surfing dan mendengarkan legenda Bate Meurendam Dewi Ratu Putri yang terdapat di muara Kuala Merisi telah membuat orang tertarik dengan wisata ini objek. Lokasi ini juga didukung oleh kondisi alam untuk mandi di pantai dan fasilitas snack bar di sekitar lokasi.





3. Kuala Doi
Kuala Dhoi adalah wisata atraksi di sebuah desa kecil yang terletak di tepi pantai Samudra Hindia, yang berjarak 3 km dari Lageun ibukota distrik dan 12 km dari ibu kota Aceh Jaya (Calang). Tempat ini merupakan daya tarik wisata yang sangat populer di Jerman (Benua Eropa) sejak orang yang datang dari Jerman bernama David Jerman (Dieter) dan keluarga yang berada di Kuala Dhoi perempuan. Dia membangun sebuah bungalow di dekat pantai dan mengundang turis dari Eropa untuk datang ke daerah ini. Kuala Dhoi memiliki pantai pasir putih bersih, laut yang datar dan sangat menarik untuk dikunjungi untuk menikmati keindahan.


4. Teluk Rigaih
Teluk Rigaih Objek Wisata Teluk Rigaih berada di Desa Rigaih sangat digemari oleh wisatawan sebagai tempat snorkeling, diving maupun untuk memancing. Kawasan ini juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat yang berlibur di akhir pekan dikarenakan keindahan terumbu karang dan ikan hias yang beraneka warna.




5.Desa Batee Tutong
Desa Batee Tutong adalah Desa Wisata Batee Tutong adalah nama desa di kota Calang, Kabupaten Aceh Jaya. Desa ini terletak sekitar satu kilometer dari kota Calang. Pada saat mengendarai kendaraan menuju Banda Aceh, desa ini terletak di sebelah kiri dari arah Meulaboh. Desa tidak jauh dari bibir pantai sekitar lebih kurang 20 meter. Menurut sejarah dulu kala desa dinamakan Bate Tutong karena setiap pergantian tahun pepohonan di desa yang terdapat di sebuah pulau itu menggalami layu seperti terbakar. Sejak itulah dan sampai saat ini kampong tersebut dikenal dengan Bate Tutong yang berarti batu terbakar walaupun sekarang sudah berganti nama menjadi panton makmur namun masyarakat tetap menyebutnya dengan sebutan batee tutong artinya batu terbakar

Mobil Sahabat Petualang


Melaului blog ini saya ingin mencoba menulis artikel pengalaman tim penjelajahan Terios 7-Wonders di Sumatera yang bertema "Sumatera Coffee Paradise
Sumatera merupakan pulau keenam terbesar di dunia ke dua di Indonesia, dengan kontur pergunungan yang sangat menatang untuk di explorer melalui jalan darat. Sumatera juga di kenal dengan pulau emas ( pulau Percha,andalas,suwarnadwipa) karena banyaknya sumber daya alam mulai dari gas, minyak bumi, bahan semen dan yang paling terkenal adalah kopinya sekelas dunia arabika, torabika dan yang hanya ada di Indonesia adalah kopi luwak yang membuat tim Daihatsu ingin menjelajah sumatera. dengan mengunakan 2 unit Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT dan 1 unit TX MT ingin munguji SUV 7-Seater Terios untuk menaklukan sumatera dengan mesin 3SZ-VE DOHC VVT-I 1.495cc yang mengusung tema “Sahabat Petualang”.
Di ambilnya sumatera karena keindahan alam dan kopi yang berkualitas, tim Terios akan mengunjungi 7 spot kopi mulai dari Liwa (Lampung), Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Curup – Kepahiang, Mandailing Natal dan Takengon karena Daihatsu sangat peduli akan segala bentuk potensi alam yang dapat memperkaya khasanah masyarakat Indonesia. Dan juga ingin membuka mata dunia akan kekayaan alam Indonesia, Indonesia buka hutan saja tapi emasnya dunia ada di Indonesia.
Mengawali dari Jakarta tim terdiri dari 10 orang jurnalis untuk melibas tangguhnya Terios di medan bukit barisan sumatera.









Petualangan Pertama Terios 7-Wonders
Tim mulai menuju penyebarangan Merak – Bakauheni selepas pelepasan di VLC (10/10) tepat pukul 23.00 WIB. Mengunakan kapal ferry tim memamfaatkan waktu untuk istirahat, Kondisi laut yang bersahabat membuat durasi penyebarangan di tempuh dalam waktu 3 jam.
Kala Matahari mulai menampakan diri Tim sampai di ujung Pulau Sumatera dengan kondisi jalan yang mulus dan sepi membuat tim berakserelasi dengan kecepatan 120 km/jam dapat di raih Oleh Daihatsu Terios yang di tunggangi, menjelang masuk kota lampung, lalu lintas padat sehingga tim harus menurunkan kecepatan rata-rata hingga 40 km/jam.
Sesampai di kota lampung, menjalani hal yang mutlak bagi tubuh untuk menjelajah kurang lebih 3000 km yaitu sarapan. Dari kota lampung tim menuju liwa, lampung barat dengan kontur tanah pergunungan di kawasan bukit kemuning jalan berliku dan tanjakan terjal membuat tim harus mahir dalam perpindahan transmisi. Beberapa kali shifter matik Terios  AT berpindah dari D-3 ke 2. Sementara untuk yang manual dari 4 ke 3.
Pada jam 17.00 WIB tim tiba di Kota Liwa dengan udara sejuk tim melanjutkan target perjalanan ke Danau Ranau di tepian Danau dalam gulap gulita malam dan hawa sejuk menusuk tim penjelajah Terios 7-Wonders kediginan. Setelah beristirahat melepas lelah, Kopi Luwak khas Liwa menjadi santapan pertama Tim di pagi buta ditemani oleh semilir angin yang enggan pergi. Kenikmatan kopi luwak yang hanya ada di Indonesia sumber kekayaan alam untuk penyemangat Tim untuk petualangan esok hari mengeksplorasi penangkaran Luwak serta menghirup aroma kopi dari perkebunan kopi yang terletak tidak jauh dari Danau Ranau…

Kopi Liwa Tercium Sampai ke Mancanegara
Dalam pengexplorasian tim bertemu dengan M.Khodis salah seorang penyuluh pertanian yang memiliki pabrik pengolahan kopi. Biji kopi yang di olah merupakan hasil dari petani setempat, disini tim mencoba 2 macam kopi yang beraroma mulai ginseng dan pinang hasil olahan setempat. Untuk pengolahan kopi beraroma gingsen dan pinang sama dengan pengolahan kopi biasa yaitu di oven (sangrai) dan di masukan potongan pinang atau ginseng untuk aromanya takarannya sudah dilakukan ujicoba sehingga mendapatkan aroma dan rasa yang pas.
Serbuk kopi yang telah jadi siap untuk di kemas dan di pasarkan. Untuk cara penyajian cukup mudah dengan memastika air benar-benar mendidih dan di tuang dalam cangkir yang telah berisi serbuk kopi lalu di aduk hingga merata dan di diamkan sebentar sampai butiran kopi kasar turun ke dasar cangkir dan siap untuk di nikmati.

Musang Yang Membahanan
Kala pagi hari tim mulai menikmati sarapan untuk melanjutkan kembali penjelajahan ke produsen kopi luwak. Kopi yang sangat terkenal di dunia dengan harga yang sangat mahal mulai dari Rp. 400an sampai jutaan perkilogram membuat Tim penasaran. Rasa penasan Tim terjawab ketika mengunjungi tempat penghasil kopi Luwak yang lokasinya tidak jauh dari danau Ranau, di temani bapak Hidayat atau kerap disapa Sangkut si pemilik kebun kopi 5.000 hektar lebih. Dengan penjelasan cara memproduksi kopi luwak dari Pak Hidayat tim menyambagi rumah pak hidayat dan ternyata di balakang terdapat kandang musang luwak yang di pelihara oleh pak hidayat, ada 2 macam musang luwak yang di pelihara disini yaitu Musang Bulan dengan ciri khas ujung ekornya berwarna putih (lebih agresif dan sudah jinak) dengan bulu berwarna kecoklatan serta Musang Pandan yang bulunya berwarna kehitaman. Menurut Sangkut hasil dari musang Pandan yang banyak permintaan karena kopi yang di hasilkannya lebih nikmat.
Ternyata musang-musang tidak selalu di kandangkan apabila lagi musim kopi musang-musang ditangkap kembali dan dikasih makan buah kopi yang sudah bisa untuk di petik kemudian diberi ke kandang-kandang musang. Musang luwak akan memakan buah kopi yang berkualitas dari hasil pencernaannya di keluarkan melalui kotoran, dari hasil kotoran musang yang mengandung biji – biji kopi pilihan di keringkan dan dibersihkan dari hasil tersebut baru kemudian di olah di pabrik kopi.
Sebelum Tim 7-wonders bergerak menuju lokasi pengolahan biji kopi di daerah Banding Agung, Tim disuguhi kopi luwak yang masih panas. Hmmmm.. Nikmat! (Bikin Gue Ngiler aja hehehe). 

Lahat Si Kota Tua
Setelah menempuh perjalanan sekitar 309,4 km dari Danau Ranau, Tim merapat di Lahat dan di sambut oleh orang nomor satu di lahat yakni Pak Bupati H Saifudin Aswari Riva'i SE ketika Tim menyambangi Pasar Lama kota Lahat.
Diujung gang jalan Tim menikmati suguhan Kopi sembari ngobrol dengan Pak Bupati lahat, beliau sangat bangga Lahat menjadi tujuan dalam Tim petualang Terios 7-Wonders. Menurut cerita Pak Bupati, Lahat Merupakan Kota tertua di sumatera. Usia kota Lahat saat ni sudah mencapai 130 tahun. Kota Lahat ini dirancang oleh Belanda ketika menjajah di Indonesia. Blue print kota Lahat berupa gambar skets sudah ditemukan loh.. tutur Aswari Bupati Lahat Berbagai peninggalan Belanda pun bisa ditemukan di Lahat. Salah satunya adalah Sekolah Dasar Santo Yosef dan juga berbagai bangunan tua lainnya. Tim 7-Wonders Terios  SumateraCoffee Paradise mengharapkan bisa menggairahkan kembali para petani kopi di Lahat untuk mengolah kebun kopi yang telah lama ditinggalkan. Obrolan panjang dalam kehangatan kembali dilanjutkan ke esoknya sembari membisikan kepada tim ‘saya Punya kejutan untuk Tim Terios 7-Wonders” dan bisikan tersebut membuat Tim penasaran…(seperti lagu H.Rhoma Irama “Penasaran” hehehheh) dan ternyata kejutan itu adalah Mobil dinas Bupati BG 1  E menggunakan Daihatsu Terios..dengan bangganya Bupati Aswari memperlihatkan..

Tanjakan Terjal Bukan Apa-apa Bagi Terios Matic
Setelah santap siang bersama Bupati Lahat di hotel Grand Zuri pukul 12.40 WIB tim bergerak hendak melanjutkan perjalanan berikutnya yaitu kota Pagar Alam. Setelah melalui 20 menit perjalanan tim mulai menemukan tantangan medan jalan jalan bergelombang dan berkelok-kelok di warnai dengan terjalnya jalan. Untuk mehindari handicap (rintangan) Tuas matik Terios pun berpindah-pindah ketika tanjakan lumanyan terjal Tuas bergeser ke L dan ketika sudah agak landai begeser lagi ke 2,D-3 dan D. walaupun penuh dengan penumpang dan barang bawaan tidak menjadi hadangan dalam perjalanan mengunankan Terios baik matik maupun Manual transmisi..
Pagar Alam daerah pergunungan berada di Provinsi Sumatera Selatan dengan tinggi kurang lebih 1.000 m dpl di atas permukaan laut membuat udara sejuk sangat cocok untuk perkebunan kopi dan teh, selain kopi dan tea Pagar Alam merupakan lumbungnya padi bagi Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam perjalanan menuju tempat penginapan di kaki gunung Dempo tim menghadapi pengutip retribusi kawasan wisata yang di haruskan membayar Rp. 10rb permobil, membuat Tim tercengang ketika meminta karcis disitu bertuliskan angka Rp. 1.500, dari tiga mobil tim mengeluarkan uang 30rb yang hanya di gantikan 5 lembar karcis kalau di totalkan Rp. 7.500 yang dilakoni oleh anak-anak sembari di awasi oleh orang dewasa. Tim Terios7-Wonders juga sudah pernah melalui seperti ini ketika memasuki kawasan wisata Danau Ranau liwa yang di kenai permobil Rp. 20rb di sercacik karcis bertuliskan Rp. 10rb permobil….Harapan saya seharusnya lebih ditertibkan lagi sehingga pendatang tidak jadi korban yang bisa melesukan pariwasata setempat…
Setelah melakukan chek in di Villa dan Hotel Gunung Gare sekitar pukul 15.00 WIB karena masih sore Tim memutuskan untuk menikmati keindahan alam dan berkeliling di kebun kopi dan juga tempat pengolahannya. menurut kabar yang dari Pagar Alam sentral penghasil kopi terbesar di Sumatera. setelah menemukan tempat pengolahan kopi di toko souvenir di pusat kota Pagar Alam ternyata mesin gilingannya rusak tidak menyurutkan hati untuk melihat cara pengolahannya dan di lanjutkan esok harinya, malamnya tim menikmati Nikmatnya ikan bakar dan ikan goring tidak lupa pula menikmati kopi Pagar Alam yang nikmat ..Sluurrpp (Beeh Tambah Ngiler Lagi Nih heheheh).

Indahnya Nuansa Pergunungan Pagar Alam
Hujan menerpa deras menusuk tanah-tanah di hotel kaki gunung Dempo dan tidak berlansung lama hujan pun reda matahari kembali menyinari, niat melihat hamparan teh dan puncak gunung Dempo  alhasil kabut masih menutupi dan tidak terlihat utuh. Meranjak dari hotel Tim Terios 7-Wonders untuk mengexsplorasi kopi Pagar Alam di kabupaten Empat Lawang tim mencari petani kopi di Pagar Alam untuk ngobrol-gobrol di temani Arkadius atau kerap di sapa Diok, Tim bertemu dengan Kakek berumur 75 tahun  yang masih ada hubungan kerabat dengan Pak Diok yang bernama kakek ambyan yang telah menjadi petani kopi selama 50 tahun. Cerita punya cerita perjuangan kakek ini waktu muda sempat merantau ke Palembang dan akhirnya kembali lagi ke kampung halaman Pagar Alam dan meneruskan menjadi petani kopi.. sembari mehabiskan waktu di kebun kopi Tim mendapatkan kabar bahwa mesin penggiling kopi sudah bisa lagi tim pun bergegas menuju pusat kota Pagar Alam untuk melihat cara pengolahan kopi…
Ternyata pengolahannya tidak jauh beda yang di lakukan di Lahat.. perbedaannya hanya di Pagar Alam sudah menggunakan mesin untuk memutar tungku sangrai (Oven) kopi untuk penggilinganya sama mengunakan 2 mesin yakni penghalus dari butiran kasar, dan di lanjutkan penggilingan menjadi serbuk. 
Bapak Diok juga memberitahu bahwa kakaknya Nando juga mempunyai mesin pengolahan buatan USA dengan mengunakan diesel “Engelberg Huller” sambil mendengarkan cerita cara kerja mesin tersebut Tim juga diberitahu cara membedakan biji kopi kering dan yang belum kering dengan cara di ambil segemgam dan kemudian di goyangkan kalau didalam buah kopi berbunyi bearti kopi sudah kering dan siap di olah jadi biji kopi…(heheh Sangat Gampang)..
Mengetahui Nando sudah menunggu Tim pun bergerak dengan jalan yang sempit dan sedikit little off-road dan melewati sungai kecil dengan kemampuan Ground clearance (Jarak Pijakan ban dengan Body Mobil) 200mm tidak mehalangi tim untuk melewati sungai kecil.. Terios mobil petualang ^_^ 



Kemakmuran Kopi Belum Senikmat Kopi
Usai santap siang bersama dengan Bapak Nando di pinggir sungai dengan suasana piknik, tim pun melanjutkan perjalanan untuk menuju Empat lawang (Tebing Tinggi) daerah hasil pemekaran dari Lahat yang di resmikan tahun 2007 memiliki ikon Biji kopi. “Kopi adalah salah satu komoditas andalan Kabupaten Empat Lawang,” bilang H. Budi Antoni Aljufri – Bupati Empat Lawang ketika mengobrol dengan tim 7-Wonders sebelum ia berangkat menunaikan ibadah haji 13 oktober 2012.
Karena Pak Bupati menuju mekkah beliau berpesan pada tim 7-Wonders untuk menempati rumah dinas di puri Emass untuk penginapan Tim.
Tak jauh dari penginapan Tim bertemu dengan pak Anang Zairi pemilik pengolahan kopi disini kopinya berbeda hasil pencampuran Arabika dan Robusta wujud aslinya Robusta tapi aromanya Arabika tutur Pak Anang.
Tim kemudian mulai melanjutkan perjalanan untuk menuju kebun kopi di daerah Talang Padang di temani 2 orang staff dan tim bertemu dengan Makmur petani kopi setempat karena musim panen sudah usai yang biasanya dipanen 2 bulan hingga 6 bulan. Banyaknya tengkulak yang menampung hasil panen dengan harga murah sehingga pendapatan pak makmur tidak banyak dinikmati dari hasil panen, melainkan banyak di nikmati oleh tengkulak.

Bengkulu Saksi Perjuangan Pahlawan
Petualangan kembali di lanjutkan menuju ke Curup dari desa Talang Padang yang merupakan sentral penghasil kopi daerah Bengkulu, Curup Kota ke 2 terbesar di daerah Bengkulu melalui Kepahiang jalanan berkelok dan bergelombang membuat tim menari-nari mengikuti arahan jalan namun tidak mehadang Terios untuk menaklukan kelok bergelombang dengan memakai suspensi Mac Pherson Struts yang handal tidak berarti apa-apa Untuk Terios manual maupun matic dengan kapasitas mesin 1.500 cc.
Setelah sampai di Bengkulu tim mengambil inisiatif untuk menginap lama di Bengkulu karena tim akan menempuh perjalanan Bengkulu bukit tinggi, sebelum mehadirkan acara CSR berupa penyerahan bantuan untuk Posyandu dan UMKM.
Setelah mehadirkan acara CSR (Corporate Social Responsibility). tim mencari objek-objek wisata sejarah di dekat hotel penginapan tim, kerena cuaca tidak bersahabat awan mendung objek wisata yang di ambil yang dekat-dekat dengan hotel yaitu rumah pribadi Ibu Fatmawati Soekarno Putri yang merupakan istri dari presiden pertama kita Soekarno yang terletak di jalan Fatmawati dan Berlanjut ke tempat pengasingan Presiden pertama kita tidak jauh dari rumah Fatmawati di karenakan keduanya dalam keadaan tertutup tim memutuskan kembali ke tempat penginapan. 

Terios Menjajal Jalur Pantai Barat Mencari Desa yang hilang
Dalam perjalanan tim dari Bengkulu menuju Bukit Tinggi melewati muko-muko menempuh perjalanan jarak sejauh 617 Km adalah 18 jam performa Terios juga masih sempurna dengan kondisi jalan bekas gempa bumi waktu yang lalu banyak jalan yang hancur dan longsor sehingga mengambil jalur baru dengan kondisi jalan sempit dan banyaknya truk-truk pengankut sehingga tim harus berhati-hati. Di pasaman tim bertemu dengan Lelo Andhika Syahna dan meneruskan perjalanan ke desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud daerah yang berada di lembah antara dua bukit cukup jauh dari jangkauan sinyal hp semakin ke dalam sinyal hp hilang, untuk hiburan mereka mengunakan parabola untuk menangkap siaran TV, dalam sejarah kopi Indonesia tercatat pusat kopi Arabica pertama kali di tanam adalah Desa pakantam - Mandailing Natal. memang nama desa Simpang Banyak Jae Ulu Pulud memang tidak tercatat mengingat masih dalam satu wilayah dan juga berada diketinggian 1.200 m dpl....

Tantangan Kembali Mehadang
Dalam perjalanan Mandiling Natal – Medan tim sempat terjadi kecelakaan kecil di jalan Mandailing Natal - Taruntung akibat banyaknya jalan rusak parah yang belum di perbaiki jalan batu-batu bergelut dengan Terios berkat suspensi yang tangguh tidak membuat masalah..Namanya juga mobil petualang ^_^
Salah satu mobil Terios yang di kemudikan tim terios7-wonders terjadi slip karena stir Terios tidak mau belok dan meluncur lurus dalam semak belukar..wew 0_0
Setelah di lakukan penarikan ke jalan Terios di cek sana sini dan wusss Terios siap berpetualang kembali hanya lecet dan penyok sedikit, dan dalam perjalanan kembali terjadi keluhan, rem salah satu mobil mengalami masalah karena seringnya masuk kubangan lumpur yang mengakibatkan Disc Brake (Piringan Rem) kehilangan cekramannya yang mengakibatkan rem blong, dengan cara menjalakan mobil dan direm terus menerus sampai cengkraman rem kembali normal....

Bersantai dan Berbagi di Medan
Setelah sampai di Medan tim akan menginap 2 malam dan akan mengadakan acara peduli posyandu dan UMKM yaitu Corporate Social Responsibility (CSR), Program ini disinergikan dengan program CSR PT. Astra Daihatsu Motor (ADM).
Untuk Medan acara penyerahan bantuan di serahkan untuk 2 posyandu dan 5 UMKM di lakukan di dealer Daihatsu Jalan Sisingamangraja No.170 Medan, Posyandu Mawar XII dan Kenanga 1 sedangakan UMKM adalah Wolken (pembuatan bantal+guling), keripik Pisang Bu nur, keripik cap merak,berkat Rahmat dan juga Sirup Markisa Brastagi Bee. Total bantuan yang di berikan mencapai Rp. 200 juta.
Selain aksi peduli tim melakukan pengecekan Terios untuk menempuh rute salanjutnya yakni Aceh mengingat rute yang akan di lalui masih menantang Terios untuk menjajal,..pertualangan belum berakhir..

Tanah Rencong Etape Terakhir tim 7-Wonders
Provinsi Aceh yang dulu bernama Nanggroe Aceh Darussalam (2001-2009) dan sekarang berganti menjadi Provinsi Aceh daerah paling barat Indonesia yang terkenal dengan tanah rencong dan juga Kopi gayo yang telah merambah pasar dunia, pada tahun 2011 kopi gayo tergolong dalam kopi termahal di dunia berhasil mengalahkan produsen terbesar dunia yakni Brazil…Aceh Kampung Ku selamat datang di Aceh ^_^
Setelah meranjak dari medan pukul 13.00 WIB dari hotel Santika Medan tim melanjutkan menjelajah spot kopi selanjutnya di Takengon Aceh dengan kondisi jalan aspal yang masih sangat bagus dan ada perbaikin sedikit tidak membuat macet, tim singgah di langsa semalam. Di alun langsa tim menyempatkan diri unutk menikmati kopi…Slurppp lagi wah nikmatnya ni tim berpetualang ^_^
Setelah beristirahat semalam di langsa tim pagi-pagi melanjutkan perjalanan ke Takengon kota dingin penghasil kopi mahal melalui Bireuen, setelah sampai di Bireuen pukul 11 siang tim memutuskan untuk santap-santap siang mengingat perjalanan ke Takengon memerlukan energi yang cukup exstra dan cukup merepotkan untuk mencari tempat makan.
Bireun - Takengon meleawti perbukitan dan pemukiman dengan pemandangan yang cukup indah. menjelang masuk Takengaon Tim telah di tunggu oleh komunitas Jip gayo untuk mengawal 3 Terios mencicipi trek little of-road dengan high ground clearance (jarak Pijakan Ban dengan Body Mobil) 200mm dan suspensi menggunakan Sistem Mac Pherson sturts suspensi yang menggabungkan koil Spring dan Shock absorber dan diikat dengan knuckle yang memiliki jumlah part yang sedikit performa tetap sebanding dengan suspensi yang lain yang membuat nyaman Penumpang...bukan halangan dalam mejajal Trek tanah berbatu bukit Oregon..wow sambil koprol-koprol ^_^

Di ujung trek tim menyempatkan waktu menikmati kopi di temani pemandangan laut tawar bersama para komunitas jip 4x4.
Di Takengon tim sempat ke tempat Laboratorium Kopi milik Pak Bambang disini tim di jelaskan cara meracik kopi luwak yang nikmat dengan cara air yang digunakan harus benar-benar mendidih. Dibutuhkan alat yang bernama ekspresso (berguna untuk menyaring kopi sekaligus menurunkan kadar keasamannya) sehingga kopi tak terasa tajam di perut ketika diminum…
Dengan letak geografisnya 1.300 m dari permukaan laut (dpl) sangat cocok untuk perkebunan kopi sehingga banyak dari masyarakat disini hanya petani kopi dan hampir semua lahan di perkarangan rumahnya di Tanami kopi. Setelah janji dengan Pak Bambang Wijaya Kusuma akan mengajak tim untuk melihat kebun kopi peninggalan Belanda di Desa Blang Gele, kebun kopi tua yang sekitar 15 hektar mempunyai biji kopi berkualitas bijinya besar dan beraroma khas..

Finish Di pulau Ujung Barat Indonesia
Setelah Tim menempuh perjalanan yang cukup jauh menjelajah kopi-kopi sumatera yang telah menempuh jarak sepanjang 3.657 km selama 15 hari, tepat tanggal 24/11/2012 Petualangan Terios 7-wonders berakhir di Tugu Nol km Sabang, Setelah menjajal Takengon - Banda Aceh dan bermalam semalam di Banda Aceh ibukota Aceh dan pagi-pagi tim meneruskan perjalanan untuk menuju Sabang melalui pelabuhan Ferry Uleu Lheuh, setelah sampai di Balohan Sabang tim bergegas untuk menuju tugu Nol Km di kawal Ari Poenbit dari komunitas off-road pulau Sabang dan di temani dokter Togu untuk mengakhiri Petualangan Terios7-wonders Sumatera Coffee Paradise”.
Akhirnya 2 Unit Terios Matic dan 1 Unit Terios Manual berhasil menempuh Tugu Nol Km barat Indonesia Sabang dan berakhir sudah Petualangan dengan Terios…..Selamat Buat Tim Terios 7-Wonders..
Setelah berpetualang menjajal bukit barisan 2 Terios matic terbukti tangguh dalam menjajal tanjakan terjal, kebanyakan mobil matic diistilahkan hanya mobil kota (on road) tapi tidak bagi Terios Matic yang berhasil menjajal pergunungan terjal sumatera sudah di uji oleh tim Terios 7-wonders Sumatera Coffee Paradise dengan akselerasi medan terjal sanggup di lalui 2 Terios matic menjelajahi sumatera. Terios salah satu kebanggan Daihatsu memang bukan SUV yang biasa tapi SUV sport utility vehicle yang luar biasa sudah melalui berbagai rintangan mulai tanjakan terjal, kelok-kelok, jalan berbatu, berlumpur dan sungai di libas Terios Bermesin 3SZ-VE DOHC VVT-I 1.495cc memang tergolong cukup kecil dengan tenaga maksimum 6000 rpm, dengan memakai teknologi full injection sanggup menghasilkan tenaga yang besar, high ground clearance 200mm sehingga tidak membuat mobil kandas akibat perbedaan kontur jalan baik itu sungai maupun jalan yang berlubang dan suspensi memakai system Mac Pherson Sturts yang tangguh dan juga body yang ramping tidak di ragukan lagi bagi Keluarga yang ingin berpetualang atau perjalanan jauh dengan kenyamanan didalam kabin Steering wheels with audio switch tidak akan membuat jenuh dalam berkendara baik Terios matik maupun manual yang sudah di uji oleh tim Terios 7-wonders dalam menjelajah 7 spot kopi Sumatera mulai dari Jakarta, Liwa (Lampung), Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Curup – Kepahiang, Mandailing Natal, Takengon dan berakhir di Sabang, melewati satu selat menjelajahi 2 pulau, 7 spot Kopi sumatera terbukti Terios SUV 7-Seater Tangguh Terbukti..!!!!